Selasa, 28 Oktober 2014

Berjalan ke Barat




Refreshing lagi, luar kota lagi, yeyy…
Berangkat pukul 17.30 dari terminal bis Ungaran menumpang Bus Gajah Mungkur tujuan Depok. Yah, Kota Depok adalah tujuan pertamaku untuk perjalanan kali ini. ini kedua kalinya aku mengunjungi kota ini. Pukul 05.00 tiba di Kota Depok tepatnya aku turun di Simpang Depok atau lebih dikenal dengan Pal Depok. Tiba 2 jam lebih pagi dibanding kunjunganku yang pertama. Tak apalah, aku harus menunggu cukup lama hingga sahabat hatiku menjemputku di Pal. Pukul 06.00 aku an sahabat hatiku melaju melintasi jalanan Kota Depok masih tanpa tujuan.

Rabu, 23 Juli 2014

FAKTA FAKTA PACAR SEORANG PENDAKI

Gaess,, tadi pas buka grup facebook Komunitas Pendaki Gunung Indonesia, nemu kiriman begini nih. Boleh juga buat referensi :D. Jadi tinggal aku copas aja kiriman dari kakak Iphay Kaum FalLs  ini.



FAKTA FAKTA PACAR SEORANG PENDAKI

*just for fun |repost jalapendaki |



Kamu punya pacar yang hobi mendaki gunung, tapi karena hobinya itu kamu malah pengen mutusin dia? Kamu yakin? Coba kali pikirin lagi deh, Pendaki Gunung itu punya beberapa keunggulan yang mungkin bias kamu jadikan bahan pertimbangan.


Senin, 21 Juli 2014

Jangan Ke Pulau Sempu !



Sekitar satu bulan yang lalu, saya banyak bertanya mengenai Pulau Sempu. Mulai dari transportasi, biaya, dan perinjinannya. Namun jawaban yang saya dapatkan justru bukan yang saya inginkan. Bagaimana tidak, bukan informasi yang saya tanyakan yang saya dapatkan, melainkan himbauan agr tidak berkunjung ke pulau tersebut. Mengapa? Kata mereka, Pulau Sempu itu bukan tempat wisata, Pulau Sempu itu cagra alam yang dilindungi, Pulau Sempu sudah tidk bagus lagi karena banyak sampah yang ditinggalkan pengunjungnya. Baiklah, saya terima jawaban itu semua. Saya juga tidak mau menjadi bagian dari mereka yang tidak bertanggungjawab dengan meninggalkan sampahnya di Pulau Sempu. Saya urungkan niat saya untuk kesana

Rabu, 23 April 2014

Walk This Way : Gunung Ungaran



                Jumat, 11 April 2014. Hari itu kami memulai perjalanan kami. Pukul 15.00 kami sudah bersiap di inggir jalan menunggu angkutan ke arah Ungaran. Kami berempat adalah mahasiswa Universitas Negeri Semarang, jadi kami berangkat dari Sekaran.  Sampai di pasar Ungaran, kami langsung naik angkutan lagi menuju pasar Babadan. Sampai di pasar Babadan, kami naik angkutan lagi menuju Jimbaran. Sesampainya di Jimbaran, kami mencari tukang ojek yang akan mengantar kami ke Pos Pendakian Gunung Ungaran “Basecamp Mawar”.
            Dari perjalanan yang sudah saya ceritakan di atas, tentunya saya dan tiga orang teman saya lainnya sudah jelas akan melakukan pendakian ke Gunung Ungaran.

Kamis, 10 April 2014

Sedikit tentang SURVIVAL




Survival memiliki arti berhasil atau mampu mempertahankan diri dari suatu keadaan darurat atau buruk dengan memanfaatkan segala potensi yang ada. Sedangkan survivor adalah orang yang sedang mempertahankan diri dari keadaan tersebut.
Ada beberapa faktor yang dapat menentukan keberhasilan survival,

Minggu, 06 April 2014

GOLPUT, bukan sebuah pilihan



Sebentar lagi pesta demokrasi bagi masyarakat Indonesia akan dilaksanakan. Sebanyak 15 partai politik termasuk diantaranya 3 partai lokal dari Aceh menjadi peserta pemilu tahun 2014. Banyak sekali mereka memasang baliho, spanduk, juga stiker bahkan ada pula yang menuliskan nama calegnya pada korek api untuk mengkampanyekan calon-calon wakil rakyat. Tak heran masyarakat dipusingkan untuk menentukan pilihan mereka pada tanggal 9 April 2014 nanti. Namun tak sedikit yang memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya atau Golput pada saat Pileg nanti. Hal ini sangat disayangkan, mengingat pemerintah dan semua partai politik telah menyampaikan bahwa jangan ada yang Golput. Satu suara sangat menentukan.

Rabu, 02 April 2014

Jangan terlihat bodoh di hadapan orang yang sama pintar dengan kita



Seperti yang banyak diatakan oleh para guru kepada muridnya, bahwa tidak ada orang bodoh yang ada hanya orang malas, sehingga ia jadi tidak pintar. Kalau boleh menambahkan, bukan saja malas, tapi juga karena kurangnya pengalaman. Dan mungkin juga kurangnya pengalaman itu karena seseorang malas menambah pengalamannya. Sebenarnya pintar itu relatif, tidak patokan yang jelas mengenai tingkat kepandaian seseorang. Karena hampir semua orang pintar di dunia ini hanya pintar di bidangnya masing-masing. Sebagai contoh, seorang guru di sebuah sekolah. Bukankah seorang guru itu kita pandang sebagai salah seorang yang pintar atau pandai? Tapi ketika kita tanyakan sesuatu yang bukan pada bidangnya, apakah guru tersebut bisa menjawabnya? Mungkin bisa, tapi kebanyakan tidak.