Berangkat pukul 17.30 dari
terminal bis Ungaran menumpang Bus Gajah Mungkur tujuan Depok. Yah, Kota Depok
adalah tujuan pertamaku untuk perjalanan kali ini. ini kedua kalinya aku
mengunjungi kota ini. Pukul 05.00 tiba di Kota Depok tepatnya aku turun di
Simpang Depok atau lebih dikenal dengan Pal Depok. Tiba 2 jam lebih pagi
dibanding kunjunganku yang pertama. Tak apalah, aku harus menunggu cukup lama
hingga sahabat hatiku menjemputku di Pal. Pukul 06.00 aku an sahabat hatiku
melaju melintasi jalanan Kota Depok masih tanpa tujuan.
my world, my experience, my best teacher Indonesia terlalu indah untuk di lewatkan begitu saja.
Selasa, 28 Oktober 2014
Rabu, 23 Juli 2014
FAKTA FAKTA PACAR SEORANG PENDAKI
Gaess,, tadi pas buka grup facebook Komunitas Pendaki Gunung Indonesia, nemu kiriman begini nih. Boleh juga buat referensi :D. Jadi tinggal
aku copas aja kiriman dari kakak Iphay Kaum FalLs ini.
FAKTA FAKTA PACAR SEORANG PENDAKI
*just for fun |repost jalapendaki |
Kamu punya pacar yang hobi mendaki gunung, tapi
karena hobinya itu kamu malah pengen mutusin dia? Kamu yakin? Coba kali pikirin lagi
deh, Pendaki Gunung itu punya beberapa keunggulan yang mungkin bias kamu jadikan bahan pertimbangan.
Senin, 21 Juli 2014
Jangan Ke Pulau Sempu !
Sekitar satu bulan yang lalu, saya banyak bertanya mengenai Pulau Sempu. Mulai dari
transportasi, biaya, dan perinjinannya. Namun jawaban yang saya dapatkan justru
bukan yang saya inginkan. Bagaimana tidak, bukan informasi yang saya tanyakan
yang saya dapatkan, melainkan himbauan agr tidak berkunjung ke pulau tersebut.
Mengapa? Kata mereka, Pulau Sempu itu bukan tempat wisata, Pulau Sempu itu
cagra alam yang dilindungi, Pulau Sempu sudah tidk bagus lagi karena banyak
sampah yang ditinggalkan pengunjungnya. Baiklah, saya terima jawaban itu semua.
Saya juga tidak mau menjadi bagian dari mereka yang tidak bertanggungjawab
dengan meninggalkan sampahnya di Pulau Sempu. Saya urungkan niat saya untuk
kesana
Rabu, 23 April 2014
Walk This Way : Gunung Ungaran
Jumat, 11
April 2014. Hari itu kami memulai perjalanan kami. Pukul 15.00 kami sudah
bersiap di inggir jalan menunggu angkutan ke arah Ungaran. Kami berempat adalah
mahasiswa Universitas Negeri Semarang, jadi kami berangkat dari Sekaran. Sampai di pasar Ungaran, kami langsung naik
angkutan lagi menuju pasar Babadan. Sampai di pasar Babadan, kami naik angkutan
lagi menuju Jimbaran. Sesampainya di Jimbaran, kami mencari tukang ojek yang
akan mengantar kami ke Pos Pendakian Gunung Ungaran “Basecamp Mawar”.
Dari
perjalanan yang sudah saya ceritakan di atas, tentunya saya dan tiga orang
teman saya lainnya sudah jelas akan melakukan pendakian ke Gunung Ungaran.
Kamis, 10 April 2014
Sedikit tentang SURVIVAL
Survival memiliki arti berhasil atau mampu mempertahankan
diri dari suatu keadaan darurat atau buruk dengan memanfaatkan segala potensi
yang ada. Sedangkan survivor adalah orang yang sedang mempertahankan diri dari
keadaan tersebut.
Ada beberapa faktor yang dapat menentukan keberhasilan
survival,
Minggu, 06 April 2014
GOLPUT, bukan sebuah pilihan
Sebentar lagi
pesta demokrasi bagi masyarakat Indonesia akan dilaksanakan. Sebanyak 15 partai
politik termasuk diantaranya 3 partai lokal dari Aceh menjadi peserta pemilu
tahun 2014. Banyak sekali mereka memasang baliho, spanduk, juga stiker bahkan
ada pula yang menuliskan nama calegnya pada korek api untuk mengkampanyekan
calon-calon wakil rakyat. Tak heran masyarakat dipusingkan untuk menentukan
pilihan mereka pada tanggal 9 April 2014 nanti. Namun tak sedikit yang memilih
untuk tidak menggunakan hak pilihnya atau Golput pada saat Pileg nanti. Hal ini
sangat disayangkan, mengingat pemerintah dan semua partai politik telah
menyampaikan bahwa jangan ada yang Golput. Satu suara sangat menentukan.
Rabu, 02 April 2014
Jangan terlihat bodoh di hadapan orang yang sama pintar dengan kita
Seperti yang
banyak diatakan oleh para guru kepada muridnya, bahwa tidak ada orang bodoh
yang ada hanya orang malas, sehingga ia jadi tidak pintar. Kalau boleh
menambahkan, bukan saja malas, tapi juga karena kurangnya pengalaman. Dan
mungkin juga kurangnya pengalaman itu karena seseorang malas menambah
pengalamannya. Sebenarnya pintar itu relatif, tidak patokan yang jelas mengenai
tingkat kepandaian seseorang. Karena hampir semua orang pintar di dunia ini
hanya pintar di bidangnya masing-masing. Sebagai contoh, seorang guru di sebuah
sekolah. Bukankah seorang guru itu kita pandang sebagai salah seorang yang
pintar atau pandai? Tapi ketika kita tanyakan sesuatu yang bukan pada
bidangnya, apakah guru tersebut bisa menjawabnya? Mungkin bisa, tapi kebanyakan
tidak.
Langganan:
Postingan (Atom)